Artikel

Menjaga Kualitas Pakan

Hindro Setyawan, S.Pt

Technical Support – Research and Development PT Mensana

Pakan menjadi komponen usaha peternakan yang sangat penting. Menduduki biaya tertinggi dalam usaha peternakan, yang mencapai 75-85%. Dan pakan yang berkualitas pun sangat menentukan pencapaian performa ayam yang optimal baik pertumbuhan daging maupun produksi telur.

Pakan harus bisa memenuhi kebutuhan ayam untuk berproduksi dengan optimal, baik dari segi kualitas dan kuantitas (feed intake). Kontrol kualitas pakan harus dilakukan dengan tepat dan ketat, mulai dari penerimaan bahan baku, proses produksi (penggilingan sampai pencampuran) sampai pengemasan dan distribusi ke lokasi peternakan.

Kontrol Kualitas Pakan dengan Tepat dan Ketat

Pakan yang kita beli maupun yang diformulasikan sendiri (self mixing) harus melalui tahapan kontrol kualitas saat datang di kandang. Perlu adanya personil khusus yang ditugaskan untuk mengecek kualitas pakan maupun bahan baku pakan yang diterima. Kontrol kualitas yang bisa dilakukan antara lain :

1. Kontrol kualitas fisik dan sensorik

Kontrol kualitas fisik dan sensorik ini mudah dilakukan karena menggunakan panca indera kita. Penglihatan kita bisa mengidentifikasi warna, tekstur, bentuk partikel maupun adanya kontaminasi bahan lainnya. Indera pendengaran bisa untuk mendengarkan suara biji-bijian untuk memprediksikan tingkat kekeringannya. Hidung kita bisa mengecek aroma dari pakan maupun bahan baku. Pengukuran bulk density (berat bahan baku atau pakan per satuan volume) juga bisa dilakukan sebagai kontrol kualitas fisik.

Agar kontrol kualitas fisik dan sensorik ini optimal maka perlu adanya sampel pertinggal dari masing-masing bahan baku atau pakan yang digunakan sebelumnya. Tujuannya agar bisa menjadi pembanding atau standar untuk pengecekan bahan baku atau pakan yang akan diterima. Sampel pertinggal ini bisa disimpan dalam wadah plastik maupun kaca sehingga mampu menjaga kualitasnya.

2. Kontrol kualitas kimia

Uji proksimat adalah uji kualitas kimia yang paling banyak dilakukan untuk mengetahui kadar air, protein kasar, lemak kasar, serat kasar dan abu (mineral). Selain itu, uji kadar asam amino dengan High Performance Liquid Chromatography (HPLC) juga bisa dilakukan. Pengujian ini membutuhkan waktu yang lebih lama dan biaya pengujian yang lebih mahal jika dibandingkan dengan kontrol kualitas fisik dan sensorik.

Uji ini perlu dilakukan untuk mengetahui kadar nutrisi dari bahan baku maupun pakan yang kita beli. Data dari kadar nutrisi ini akan sangat bermanfaat untuk keperluan formulasi maupun identifikasi kesesuaian dengan kebutuhan ayam atau ternak yang kita pelihara.

Meskipun data kadar nutrisi ini bisa kita dapatkan dari supplier (melalui certificate of analysis atau COA) maupun sumber literatur (jurnal), pengujian kualitas kimia ini tetap perlu dilakukan untuk memastikan bahwa bahan baku maupun pakan yang kita terima sesuai. Jika hasil uji kimia tidak sesuai dengan standar maka bisa dilakukan formulasi ulang maupun penambahan premix (Masamix) agar kebutuhan nutrisi ayam bisa tetap terpenuhi. Dan hasil uji kimia ini pun juga bisa menjadi bahan untuk feed back dan negosiasi kepada supplier.

Near Infrared Reflectance Spectrophotometry (NIRS) merupakan metode uji yang bisa mendeteksi kadar nutrisi dalam bahan baku maupun pakan dengan detail dan dalam waktu yang lebih singkat. Aplikasi NIRS ini sudah banyak digunakan di perusahaan pakan (feedmill). Mensana juga sudah memiliki NIRS untuk mendeteksi kandungan nutrisi dalam bahan baku pakan.

NIRS facilitates

NIRS memudahkan dan mempercepat pendeteksian kandungan nutrisi dalam bahan baku dan pakan

3. Kontrol kualitas biologis

Uji biologis ini digunakan untuk mendeteksi manfaat pakan di dalam tubuh ternak. Hal ini bisa dilakukan di laboratorium dengan fasilitas khusus. Implementasi di lapangan yang bisa dilakukan untuk mendeteksi ini adalah dengan pemantauan performa ayam atau ternak setelah diberikan bahan baku atau pakan. Dan ini bisa menjadi pembuktian dari kualitas bahan baku atau pakan yang kita pilih. Oleh karena itu, setiap kedatangan bahan baku atau pakan hendaknya diberikan kode produksi tertentu. Sehingga kita bisa mengetahui bahan baku atau pakan yang mana yang bisa mendukung pencapaian performa yang optimal.

Database Kualitas Bahan Baku

Kontrol kualitas fisik dan sensorik, kimia serta biologis yang dilakukan dengan tepat akan memberikan manfaat yang besar. Meskipun membutuhan effort dan biaya yang lebih, namun produktivitas dan efisensi biaya produksi bisa dicapai. Kontrol kualitas juga bisa mendeteksi kondisi bahan baku secara lebih dini sebelum diberikan kepada ayam. Jika ternyata bahan baku atau pakan tidak sesuai standar, maka penurunan produktivitas ayam bisa dicegah. Dan ini merupakan sebuah keuntungan yang besar. Belum lagi, hasil kontrol kualitas ini bisa menjadi bahan negosiasi dan kontrol bagi supplier sehingga bahan baku dan pakan yang dikirimkan kualitas sesuai dengan standar dengan harga yang terbaik.

Melihat besarnya manfaat dari kontrol kualitas ini, maka perlu dibangun database dari hasil kontrol kualitas ini. Hasil kontrol kualitas bisa dikumpulkan dan dianalisis berdasarkan jenis bahan baku atau pakan, supplier maupun waktu kedatangan. Database ini juga dikaitkan dengan performa ayam (recording pemeliharaan). Semakin lama melakukan kontrol kualitas ini, semakin banyak database yang akan terbentuk dan ini akan sangat bermanfaat untuk kemajuan bisnis peternakan. Pengambilan keputusan dan langkah antisipasi atau tindak lanjut bisa dilakukan dengan lebih cepat dan tepat. Deteksi permasalahan juga bisa dilakukan lebih dini dan lebih menyeluruh. Database ini juga sangat bermanfaat untuk melakukan formulasi ransum secara lebih tepat.

Kontrol kualitas bahan baku dan pakan merupakan tahapan yang sangat penting untuk mendapatkan pakan dengan kualitas yang baik. Harapannya ayam akan mendapatkan pakan dengan kebutuhan nutrisi yang sesuai. Ayam mampu berproduksi dengan optimal dan menghasilkan produk peternakan yang aman untuk dikonsumsi. Sukses selalu.

Tanya Kami